![]() |
| Dari Balon hingga Ranking 1, Pagi Meriah di Komunitas Ngejah |
Dari Balon hingga Ranking 1, Pagi Meriah di Komunitas Ngejah
GARUT — “Mari kita mulai!”
Seruan Annaba memecah suasana pagi di Komunitas Ngejah, Ahad, 23 Agustus 2026. Anak-anak bersiap di arena permainan. Ada yang berdiri di garis start, ada yang menggenggam peralatan lomba, sementara yang lain menunggu giliran dengan wajah penuh antusias.
Pagi itu, Komunitas Ngejah berubah menjadi arena permainan. Sejumlah lomba digelar untuk menghidupkan suasana kebersamaan sekaligus memeriahkan rangkaian kegiatan kemerdekaan.
Annaba bersama Kaila memandu jalannya perlombaan. Permainan dimulai dari lomba menginjak balon. Peserta harus bergerak cepat untuk memecahkan balon milik lawan. Suara letusan balon beberapa kali disambut tawa dan sorak-sorai.
Keseruan berlanjut lewat lomba mewarnai. Berbeda dari permainan sebelumnya, peserta dituntut lebih tenang dan kreatif. Pensil warna bergerak memenuhi gambar yang tersedia. Setiap peserta berusaha menghasilkan karya terbaik versinya.
Pada lomba estafet gelas, kekompakan menjadi kunci. Gelas berpindah dari satu peserta ke peserta berikutnya. Sedikit saja kehilangan keseimbangan, permainan bisa berubah menjadi sumber tawa.
Ada pula lomba memasukkan sedotan ke botol. Permainan sederhana itu ternyata membutuhkan konsentrasi dan ketelitian. Peserta harus mengarahkan sedotan ke mulut botol dengan tepat.
Teriakan kembali terdengar ketika lomba makan kerupuk dimulai. Peserta berusaha menghabiskan kerupuk yang tergantung tanpa menggunakan tangan. Penonton ikut memberi semangat, membuat suasana semakin ramai.
Tantangan berikutnya datang dari lomba tarik tambang MTK. Kekuatan dan kekompakan diuji. Peserta menarik tali sekuat tenaga, sementara teman-temannya bersorak dari sisi arena.
Menjelang akhir kegiatan, suasana berubah menjadi lebih serius. Kuis Ranking 1 menguji pengetahuan dan kecepatan peserta dalam menjawab pertanyaan. Satu demi satu peserta harus bertahan hingga tersisa mereka yang paling mampu menjawab dengan tepat.
Dari balon yang pecah hingga jawaban dalam kuis Ranking 1, kegiatan pagi itu bukan sekadar soal siapa yang menang. Ada tawa, keberanian, kreativitas, konsentrasi, dan kerja sama yang tumbuh di antara peserta.
Komunitas Ngejah pun menjadi ruang tempat anak-anak belajar bahwa permainan dapat menjadi cara sederhana untuk merayakan kebersamaan.
Minggu pagi itu berakhir dengan tawa dan semangat. Arena lomba boleh kembali sepi, tetapi cerita tentang keseruan hari itu masih menjadi bahan perbincangan para peserta.



